LEWAT PUISI WIJI THUKUL, DEMONSTRAN JEMBER INGATKAN MEMORI KELAM MILITERISME ORDE BARU

LEWAT PUISI WIJI THUKUL, DEMONSTRAN JEMBER INGATKAN MEMORI KELAM MILITERISME ORDE BARU

LEWAT PUISI WIJI THUKUL, DEMONSTRAN JEMBER INGATKAN MEMORI KELAM MILITERISME ORDE BARU

Gelombang demonstrasi penolakan terhadap pengesahan revisi Undang-Undang TNI juga terjadi di Jember. Dalam demonstrasi yang digelar Senin (24/03), demonstran menggelar orasi, teatrikal dan pembacaan puisi. Salah satunya adalah puisi Wiji Thukul berjudul ‘Bunga dan Tembok’ yang cukup legendaris. 

Dihubungi terpisah, sejarawan Universitas Jember, Achmad Ryan Pratama menjelaskan, sosok Wiji Thukul sangat relevan untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana potensi kembali bangkitnya militerisme sudah ada di depan mata melalui pengesahan revisi UU TNI. 

Ryan yang juga Sekretaris Serikat Pekerja Kampus Jawa Timur ini menjelaskan, di masa awal kemerdekaan Indonesia, militer memang banyak mengambil peran di ranah sipil. Hal ini karena situasi negara masih serba terbatas, di mana Indonesia baru merdeka. 

Namun, setelah situasi Indonesia berangsur stabil, militer seharusnya mulai kembali ke barak dan tidak lagi ikut campur dalam urusan sipil. 

Gagasan ini pula yang dikemukakan oleh Wakil Presiden Muhammad Hatta melalui rekonstruksi dan rasionalisasi angkatan perang atau RE RA. Kebijakan Wapres Hatta ini bertujuan agar militer di masa damai bisa kembali profesional sebagai angkatan perang. 

Ryan menyebut, fakta sejarah membuktikan, militer yang diberi peran di bidang sipil, sangat berpotensi gagal karena serdadu tidak dilatih untuk menjadi profesional sipil.

Salah satu contoh yang paling mencolok adalah praktik mega korupsi yang terjadi di Pertamina saat BUMN strategis itu dipegang oleh jenderal militer, Ibnu Sutowo. (adp)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

Adonis Music R&B