Kepala Bulog Jember memastikan stok beras di wilayah Jember dalam kondisi aman, tanpa bergantung pada impor. Kepastian ini disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan beras dan potensi kenaikan harga, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, Senin (19/1/26) mengatakan saat ini total stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai sekitar 82.000 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Ade menegaskan, seluruh stok beras yang ada merupakan hasil serapan dari petani lokal. Tidak ada beras impor yang masuk dalam cadangan Bulog Jember. Hal ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap petani dalam negeri serta upaya menjaga stabilitas pangan daerah.
Dengan ketersediaan stok yang memadai, Bulog memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap aman, termasuk saat menghadapi momentum hari besar keagamaan yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi.
Selain menjaga ketersediaan, Bulog Jember juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan potensi lonjakan harga beras. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Jember untuk menggelar operasi pasar maupun Gerakan Pangan Murah.
Terkait pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah tersebut, Bulog masih menunggu penjadwalan resmi dari Pemerintah Kabupaten. Penentuan jumlah kegiatan serta titik lokasi akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Bulog berharap, dengan sinergi bersama pemerintah daerah, stabilitas pasokan dan harga beras di Jember dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.