Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Jember mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi hingga akhir Januari 2026.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, Kamis (29/1/26) mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Jember sampai akhir bulan ini. Kondisi tersebut dapat memicu bencana banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Hujan lebat yang terjadi pada Rabu sore hingga malam (28/1/26), hujan deras menyebabkan banjir genangan di tiga kecamatan kota, yakni Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates. BPBD mencatat sedikitnya 6 kelurahan terdampak, dengan total 191 kepala keluarga terdampak banjir.
Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 cm, menggenangi pemukiman warga, akses jalan, serta berdampak pada aktivitas UMKM.
Selain banjir, BPBD Jember juga mencatat dua kejadian tanah longsor di Kecamatan Arjasa dan Patrang. Longsor menutup saluran irigasi persawahan, merusak jalan desa, serta menimpa satu rumah warga.
Meski demikian, kondisi dilaporkan aman dan terkendali setelah dilakukan penanganan bersama masyarakat.
BPBD Jember mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran air secara gotong royong, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat.
Edy juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi daerah aliran sungai. Dimana sebelumnya juga menyebabkan terjadinya laka sungai.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.