Pasca terjadinya dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Umbulsari, Satgas Percepatan SPPG Kabupaten Jember menemukan adanya ketidaksesuaian standar operasional prosedur di dapur penyedia makanan.
Ketua Satgas SPPG Jember sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Ahmad Helmi Luqman saat dikonfirmasi Jumat (6/2/26) menyampaikan, hasil tindak lanjut di lapangan menunjukkan adanya pelanggaran SOP dalam pengelolaan menu MBG.
Salah satu temuan krusial, pihak dapur SPPG tidak menyediakan sampel makanan dari menu yang disajikan. Padahal, keberadaan sampel menjadi prosedur wajib untuk kepentingan pemeriksaan apabila terjadi dugaan keracunan atau permasalahan terkait kualitas makanan.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 99 siswa dan 11 tenaga pendidik dilaporkan mengalami mual dan diare setelah mengkonsumsi menu MBG pada Rabu (4/2/26). Hingga Jumat siang, dari 13 yang orang yang sempat dirawat, 3 diantaranya masih menjalani perawatan di puskesmas.
Satgas SPPG Jember menegaskan akan menindaklanjuti temuan ini dengan melaporkan ke Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) unit operasional di bawah BGN sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan lebih lanjut.
Selain itu, pengelola dapur SPPG juga diberikan teguran keras agar mematuhi seluruh SOP yang telah ditetapkan, demi mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjamin keamanan program MBG ke de
pan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.