Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, mengimbau pelaku usaha berskala besar untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi 3 kilogram. Imbauan ini dilakukan guna menjaga ketersediaan elpiji subsidi bagi masyarakat yang berhak.
Jumat (23/1/2026) Sartini menyampaikan, kebutuhan LPG tiga kilogram biasanya meningkat tajam saat Ramadhan dan Idul Fitri. Karena itu, penggunaan LPG harus disesuaikan dengan peruntukannya agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan kunjungan ke sejumlah pelaku usaha, termasuk industri kue kering. Kunjungan tersebut untuk memberikan edukasi agar usaha dengan kapasitas produksi besar beralih menggunakan LPG non subsidi.
Sartini menyebut, di lapangan masih ditemukan pelaku usaha kue kering seperti kue kacang yang memproduksi hingga berton-ton per hari, namun masih menggunakan LPG bersubsidi. Menurutnya, dengan kapasitas produksi sebesar itu, pelaku usaha tersebut tidak lagi termasuk kategori usaha mikro atau masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Meski demikian, Sartini mengakui ada dilema, mengingat industri kue kacang merupakan usaha padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja dan turut menggerakkan perekonomian daerah. Di lain sisi jika dilihat dari skala produksi dan bahan baku yang digunakan, sebagian pelaku usaha dinilai sudah masuk kategori usaha besar.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan LPG menjelang Ramadhan, khususnya di wilayah sentra produksi kue kacang seperti Kecamatan Mayang dan Pakusari, Pemkab telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Jember. Dengan mengajukan permohonan penambahan kuota LPG.
Mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, penambahan kuota yang diajukan mencapai sekitar 50 persen dari kuota normal guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama bulan puasa hingga Lebaran.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.