Siswa SDN Sumberanget 01 Kecamatan Ledokombo, Jember, untuk sementara harus mengikuti pembelajaran di Musala milik warga. Kondisi ini terjadi setelah gedung sekolah mulai dibongkar untuk menjalani revitalisasi sejak akhir Agustus lalu.
Plt Kepala SDN Sumberanget 01, Desi Ratna Sulistiawati, Senin (21/9/26) menuturkan, pihak sekolah sebelumnya telah berkoordinasi dengan wali murid terkait lokasi pembelajaran sementara. Tiga musholla milik warga kemudian digunakan untuk menampung kegiatan belajar mengajar.
Keterbatasan tempat membuat sekolah menerapkan sistem dua shift. Siswa kelas 1 hingga 3 mengikuti pembelajaran pada pagi hari, sementara kelas 4 sampai 6 masuk siang. Kegiatan belajar berlangsung mulai pukul 07.00 hingga sekitar pukul 12.00.
Desi mengatakan, kondisi tersebut terpaksa dijalani setidaknya selama tiga bulan, hingga proses revitalisasi sekolah selesai. Meski dengan berbagai keterbatasan, kegiatan pembelajaran tetap diupayakan berjalan agar siswa tidak kehilangan hak mendapatkan pendidikan.
Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan SDN Sumberanget 01 memang mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah langit-langit runtuh, atap banyak mengalami kebocoran, sementara beberapa bagian dinding juga rusak. Bahkan, sekolah bersama wali murid sebelumnya melakukan sejumlah perbaikan secara swadaya.
Dalam revitalisasi kali ini, hampir seluruh bagian bangunan sekolah diperbaiki, kecuali ruang guru. Sekolah juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas tambahan, di antaranya toilet, perpustakaan, dan ruang UKS. Total anggaran revitalisasi mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.
Desi berharap, setelah revitalisasi rampung, kondisi sekolah yang lebih layak dan fasilitas yang semakin lengkap dapat menarik lebih banyak siswa untuk bersekolah di SDN Sumberanget 01. Saat ini jumlah peserta didik tercatat hanya 84 siswa, salah satunya dipengaruhi kondisi bangunan sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.