Fakultas Hukum Universitas Jember menjadi tuan rumah Seminar Nasional Perisai Badilum atau Pertemuan Rutin Sarasehan Interaktif Badan Peradilan Umum episode ke-16 yang digelar di Auditorium Gedung Mayapada FH Unej, Sabtu (20/6/26).
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia itu mengangkat tema Refleksi Penegakan Hukum Pasca Berlakunya KUHP Baru.
Seminar nasional ini menghadirkan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Suharto, sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, Suharto menekankan pentingnya kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam memahami dan mengimplementasikan KUHP baru yang akan menjadi landasan penting dalam sistem hukum pidana Indonesia ke depan.
Kegiatan yang diikuti kalangan akademisi, mahasiswa, hakim, dan aparatur peradilan ini menjadi forum diskusi untuk membahas berbagai tantangan penegakan hukum, implementasi KUHP baru, hingga perkembangan sistem peradilan pidana di Indonesia.
Selain seminar, acara juga dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI dan Fakultas Hukum Universitas Jember.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, I Gede Widhiana Suarda, mengatakan program Badilum Goes to Universitas Jember diharapkan dapat membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan KUHP baru sekaligus memperkuat sinergi antara Mahkamah Agung dan perguruan tinggi dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan.
Melalui kerja sama yang telah ditandatangani, kedua lembaga juga berkomitmen memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Selain itu, kerja sama tersebut membuka peluang bagi para hakim untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Fakultas Hukum Universitas Jember, sehingga hubungan antara dunia akademik dan praktik peradilan dapat semakin erat.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.