Keberadaan kanal pengaduan masyarakat Wadul Gus’e dinilai sebagai langkah progresif Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendekatkan diri kepada masyarakat.
Pengamat kebijakan publik sekaligus Dosen Administrasi Negara FISIP Universitas Jember, Hermanto Rohman, Rabu (28/1/26) menilai, kanal ini menjadi alat ukur penting dalam menilai responsivitas pemerintah terhadap aspirasi warga.
Menurut Hermanto, kehadiran Wadul Gus’e sangat dinantikan masyarakat karena selama ini Jember dinilai belum memiliki wadah aspirasi yang responsif dan mudah diakses.
Ia mengapresiasi pemanfaatan media sosial dan aplikasi WhatsApp sebagai sarana pengaduan, karena dinilai ramah pengguna dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Meski demikian, Hermanto menekankan perlunya kepastian waktu respons melalui penyusunan dan publikasi standar operasional prosedur (SOP), agar masyarakat mengetahui proses dan batas waktu penanganan aduan. Selain itu, Hermanto mendorong penerapan sistem double track yang mengintegrasikan media sosial dengan dasbor informasi publik.
Penguatan sistem pengaduan ini dinilai sejalan dengan capaian Kabupaten Jember yang berhasil naik ke peringkat 7 nasional dalam penilaian kinerja pelayanan pemerintah tahun 2025, sekaligus berpotensi meningkatkan kepercayaan publik.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.