Bupati Jember Muhammad Fawait kembali turun langsung ke pelosok daerah untuk memastikan kondisi masyarakat dan fasilitas publik tidak hanya diketahui dari laporan di atas meja.
Saat mengunjungi SDN Sucopangepok 2, Minggu (4/10/26), Gus Fawait menemukan kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Namun, sekolah tersebut ternyata belum masuk dalam pendataan program revitalisasi sekolah tahun ini.
Kerusakan bangunan sekolah tersebut cukup memprihatinkan. Kerusakan terlihat pada bagian langit-langit yang berlubang dan dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat jatuh dan menimpa siswa maupun guru.
Selain itu, terdapat sejumlah kerusakan lain, seperti pintu yang berlubang, papan tulis tidak layak serta bagian dinding yang ditumbuhi jamur. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Fawait karena menyangkut keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
Temuan tersebut langsung menjadi catatan bagi pemerintah daerah. Gus Fawait menyebut kondisi bangunan yang tidak baik perlu segera dikoordinasikan dengan kementerian terkait, agar mendapat penanganan dan tidak menunggu terlalu lama.
Menurut Gus Fawait, temuan di lapangan menjadi salah satu alasan penting bagi kepala daerah untuk tidak hanya mengandalkan laporan dari jajaran di bawahnya.
Dengan turun langsung hingga ke pelosok, pemerintah bisa melihat kondisi sebenarnya, mulai dari sekolah dan Puskesmas, hingga jalan rusak maupun kondisi rumah masyarakat.
Gus Fawait menegaskan, langkah turun ke bawah dilakukan untuk mendapatkan data yang konkret dan sesuai kondisi terkini. Data tersebut kemudian menjadi dasar agar kebijakan dan program pembangunan yang disusun pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Bagi Bupati, kondisi di lapangan tidak selalu sama dengan data yang sudah tercatat. Karena itu, kunjungan langsung ke pelosok menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada kebutuhan masyarakat yang terlewat dari perhatian pemerintah.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.