USAI SAKSIKAN JFC 2026, CHRISTINE HAKIM AKUI TAK BISA SEMBUNYIKAN KEKAGUMANNYA PADA JEMBER

USAI SAKSIKAN JFC 2026, CHRISTINE HAKIM AKUI TAK BISA SEMBUNYIKAN KEKAGUMANNYA PADA JEMBER

USAI SAKSIKAN JFC 2026, CHRISTINE HAKIM AKUI TAK BISA SEMBUNYIKAN KEKAGUMANNYA PADA JEMBER

Suasana Jumat malam (24/7/26) yang penuh kehangatan di Pendopo Wahyawibawagraha, tepuk tangan dan senyum menyeruak menyambut hadirnya tokoh-tokoh nasional yang akan menjadi bagian dari Jember Fashion Carnaval atau JFC 2026. Dalam kedatangannya mereka disambut menggunakan red carpet diiringi lantunan irama musik. 

Namun, dibalik kemeriahan gala dinner itu, tersimpan sebuah kekaguman yang lahir dari mata seorang aktris senior yang telah menghabiskan lebih dari lima dekade berkiprah di dunia seni.

Pemeran sekaligus produser dan aktivis, Christine Hakim, mengaku terpukau setelah menyaksikan langsung semangat dan kreativitas yang tumbuh dari tangan-tangan anak muda Jember. 

Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan bukan sekadar kostum, melainkan hasil dari ketekunan, imajinasi, dan dedikasi yang luar biasa.

Perempuan kelahiran tahun 1956 yang akrab disapa Bunda Christine itu bahkan mengaku tak menyangka sebuah kota seperti Jember mampu menghadirkan pagelaran dengan kualitas yang begitu spektakuler. 

Meski sebelumnya telah banyak mendengar tentang JFC, pengalaman menyaksikannya secara langsung memberikan kesan yang jauh lebih mendalam. Setiap detail kostum yang dirancang dengan teliti membuatnya tak mampu menyembunyikan rasa kagum.

Bagi Christine Hakim, JFC menjadi bukti bahwa kreativitas tidak mengenal batas wilayah. Ia berharap semangat yang lahir dari Jember dapat menular kepada generasi muda di seluruh Indonesia, agar terus berani berkarya, saling mendukung, dan berkompetisi secara sehat untuk menghasilkan karya-karya terbaik.

Kekaguman itu disampaikan usai gala dinner penyambutan JFC 2026 yang turut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Presiden JFC Budi Setiawan, desainer Bubah Alfian, Ingrid Widjanarko, jajaran Puteri Indonesia 2026, serta sejumlah artis, influencer, dan perancang busana nasional. 

Dari Jember, sebuah pesan kembali bergema, bahwa karya besar dapat lahir dari mana saja, ketika kreativitas bertemu dengan tekad yang tak pernah padam.(thn) Jumat malam (24/7/26) yang penuh kehangatan di Pendopo Wahyawibawagraha, tepuk tangan dan senyum menyeruak menyambut hadirnya tokoh-tokoh nasional yang akan menjadi bagian dari Jember Fashion Carnaval atau JFC 2026. Dalam kedatangannya mereka disambut menggunakan red carpet diiringi lantunan irama musik. 

Namun, dibalik kemeriahan gala dinner itu, tersimpan sebuah kekaguman yang lahir dari mata seorang aktris senior yang telah menghabiskan lebih dari lima dekade berkiprah di dunia seni.

Pemeran sekaligus produser dan aktivis, Christine Hakim, mengaku terpukau setelah menyaksikan langsung semangat dan kreativitas yang tumbuh dari tangan-tangan anak muda Jember. 

Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan bukan sekadar kostum, melainkan hasil dari ketekunan, imajinasi, dan dedikasi yang luar biasa.

Perempuan kelahiran tahun 1956 yang akrab disapa Bunda Christine itu bahkan mengaku tak menyangka sebuah kota seperti Jember mampu menghadirkan pagelaran dengan kualitas yang begitu spektakuler. 

Meski sebelumnya telah banyak mendengar tentang JFC, pengalaman menyaksikannya secara langsung memberikan kesan yang jauh lebih mendalam. Setiap detail kostum yang dirancang dengan teliti membuatnya tak mampu menyembunyikan rasa kagum.

Bagi Christine Hakim, JFC menjadi bukti bahwa kreativitas tidak mengenal batas wilayah. Ia berharap semangat yang lahir dari Jember dapat menular kepada generasi muda di seluruh Indonesia, agar terus berani berkarya, saling mendukung, dan berkompetisi secara sehat untuk menghasilkan karya-karya terbaik.

Kekaguman itu disampaikan usai gala dinner penyambutan JFC 2026 yang turut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Presiden JFC Budi Setiawan, desainer Bubah Alfian, Ingrid Widjanarko, jajaran Puteri Indonesia 2026, serta sejumlah artis, influencer, dan perancang busana nasional. 

Dari Jember, sebuah pesan kembali bergema, bahwa karya besar dapat lahir dari mana saja, ketika kreativitas bertemu dengan tekad yang tak pernah padam.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio