Penanganan kemiskinan terus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya melalui percepatan program renovasi rumah tidak layak huni atau RTLH yang sejalan dengan program pemerintah pusat.
Senin siang (13/7/26) Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau langsung rumah milik Sucipto, warga Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, yang diusulkan sebagai penerima bantuan RTLH. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut laporan masyarakat melalui layanan Wadul Gus'e.
Dari hasil peninjauan, kondisi rumah Sucipto dinilai sudah tidak layak huni karena seluruh bangunannya masih menggunakan anyaman bambu. Bupati memastikan rumah tersebut akan segera direnovasi agar menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi penghuninya.
Pemkab Jember menargetkan pembangunan maupun perbaikan sekitar 1.000 unit rumah tidak layak huni sepanjang tahun 2026. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan rumah warga yang kondisinya memprihatinkan melalui layanan Wadul Gus'e, sehingga dapat segera diverifikasi dan diusulkan sebagai penerima bantuan.
Selain renovasi rumah, Pemkab Jember juga menyiapkan pendampingan bagi keluarga penerima manfaat yang masuk kategori desil satu dan desil dua. Anak-anak dari keluarga tersebut akan memperoleh akses pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat, lengkap dengan fasilitas laptop, makan tiga kali sehari, dan pemenuhan kebutuhan gizi, sebagai langkah memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.