Bukan hanya suara perkusi dan tiupan pianika yang terdengar di sepanjang jalan. Di antara barisan pemain marching band Gistara Spada SMPN 2 Jember, gerak para penari turut menghidupkan suasana. Musik, koreografi, kostum bercorak batik, dan unsur budaya Pandhalungan dirangkai menjadi satu pertunjukan.
Konsep itu menjadi pembeda Gistara Spada saat tampil dalam ajang International Jember Marching Carnival atau IJMC 2026, akhir pekan lalu. Hasilnya pun tidak main-main. Enam trofi berhasil dibawa pulang SMPN 2 Jember.
Gistara Spada meraih Juara Satu Kostum Terbaik Senior, Juara Dua Mayoret Terbaik Senior, Juara Satu Color Guard Terbaik Senior, Juara Dua Musik Terbaik Senior, Juara Satu Best Performance, serta Juara Dua Street Parade.
Guru pembina marching band SMPN 2 Jember, Nirwalawati Hidayatni, Kamis (13/8/2026) mengatakan, kolaborasi dengan ekstrakurikuler tari merupakan bagian dari upaya menghadirkan pertunjukan yang lebih segar. Jika sebelumnya Gistara Spada menggabungkan marching band dengan musik patrol, kali ini mereka memilih mengangkat identitas Pandhalungan.
Budaya lokal itu kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai elemen pertunjukan. Gerakan tari, kostum bercorak batik, properti, hingga maskot dengan simbol kopi menjadi bagian dari cerita yang ingin disampaikan.
Dengan begitu, para siswa tidak hanya berkompetisi memainkan musik dan melakukan koreografi. Mereka sekaligus membawa identitas Jember ke hadapan penonton IJMC.
Di balik penampilan yang terlihat mulus, ada proses panjang yang harus dilewati. Konsep pertunjukan disiapkan sekitar dua bulan. Sementara latihan intensif dilakukan selama tiga minggu terakhir, tiga hingga empat jam setiap sore.
Bagi para siswa, latihan panjang tentu menguras tenaga. Terlebih, sejumlah anggota baru yang harus beradaptasi dengan kakak kelas dan materi yang sudah berjalan. Namun, semangat untuk memberikan penampilan terbaik membuat mereka terus bertahan.
Bagi Kanaya Aulia, Ketua Eskul Tari Spada, bisa tampil dalam kolaborasi ini membawa kebanggaan tersendiri. Bahkan beberapa koreografi selain dari pelatih juga berasal dari karya anak-anak Tari. Kreasi dari perpaduan tari tradisional dan modern.
Baginya, tampil di ajang seperti ini membuat semakin bersemangat dan lebih disiplin tanpa mengabaikan bidang akademik. Bahkan di luar sesi latihan, saat dirumah masih meluangkan waktu untuk berlatih menghafal gerakannya.
Kadek Kirana dari eskul Marching Band, mengatakan, rasa kebersamaan bersama tim bisa mengalahkan rasa lelah saat berlatih. Keinginan untuk tampil memberikan yang terbaik menjadi bahan bakar tersendiri.
Taufikurrahman, Humas SMPN 2 Jember, menyampaikan pihak sekolah terus memberikan dukungan kepada para siswa untuk terus berkarya dan berkembang. Pihak sekolah selalu memberikan pendampingan saat latihan.
Komunikasi aktif dengan paguyuban orang tua MB juga terus dilakukan. Kerena torehan prestasi tersebut tidak bisa lepas dari dukungan para orang tua siswa.
Tidak lantas berpuas diri, tim MB Gistara Spada kini tengah bersiap untuk berpartisipasi dalam even selanjutnya, yakni Hamengkubuwono Cup di Jogjakarta awal September mendatang. Pihaknya berharap anak-anak dapat kembali menorehkan prestasi membanggakan serta mengharumkan nama Jember.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.