DPR RI DAN OJK KOMPAK DORONG KREDIT UMKM, ASPIRASI JEMBER DIBAWA KE SENAYAN

DPR RI DAN OJK KOMPAK DORONG KREDIT UMKM, ASPIRASI JEMBER DIBAWA KE SENAYAN

DPR RI DAN OJK KOMPAK DORONG KREDIT UMKM, ASPIRASI JEMBER DIBAWA KE SENAYAN

Dialog ekonomi dan sektor jasa keuangan digelar di Kantor OJK Jember, Jumat siang (7/8/26). Kegiatan yang mempertemukan DPR RI, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, dan pelaku industri jasa keuangan itu membahas penguatan inklusi keuangan serta pemberdayaan UMKM di Jember dan Lumajang.

Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, mengatakan forum tersebut menjadi wadah menyerap berbagai persoalan di sektor jasa keuangan. Mulai dari perlindungan konsumen, penguatan industri asuransi, hingga akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, kesenjangan literasi dan inklusi keuangan masih menjadi pekerjaan rumah, sehingga kolaborasi seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.

Mengingat sekitar 90 persen pelaku ekonomi di Indonesia merupakan UMKM, perbankan didorong terus memperluas penyaluran kredit tanpa meningkatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan.

Charles menegaskan, aspirasi terkait penyaluran kredit UMKM akan dibawa ke pembahasan di Komisi XI DPR RI bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang semakin berpihak kepada pelaku usaha kecil.

Sementara itu, Kepala OJK Jember, Aris Budiman, mengatakan sinergi antara OJK, Bank Indonesia, dan LPS diharapkan mampu menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Berdasarkan kinerja triwulan kedua 2026, pertumbuhan kredit di Jember masih positif meski tipis, sementara penghimpunan dana pihak ketiga melonjak hingga lebih dari 40 persen, menunjukkan likuiditas masyarakat yang kuat.

Aris juga menyebut jumlah investor pasar modal di Jember terus meningkat signifikan. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memperkuat penyaluran pembiayaan produktif, khususnya bagi pelaku UMKM, agar pertumbuhan ekonomi di Jember dan Lumajang semakin berkualitas.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio