Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menuntaskan berbagai persoalan kecil yang muncul pasca pemberlakuan tiket terintegrasi wisata Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma. Salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya dugaan penarikan parkir oleh warga lokal di sejumlah titik kawasan wisata.
Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, orientasi awal kebijakan tiket terintegrasi adalah untuk menurunkan harga tiket masuk di kawasan wisata pantai unggulan Jember agar lebih terjangkau bagi masyarakat dan wisatawan.
Seiring perkembangan di lapangan, Pemkab Jember akan segera mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat, pedagang, serta organisasi kemasyarakatan lainnya untuk duduk bersama dan berdiskusi mencari solusi terbaik atas persoalan yang muncul.
Menurut Bupati Fawait, membangun ekosistem wisata yang kondusif tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Pada tahun ini, Pemkab Jember juga akan melengkapi sarana dan prasarana pendukung di kawasan Pantai Watu Ulo dan Papuma. Selain itu, pemerintah memastikan ke depan tidak ada lagi praktik pungutan liar yang justru mencederai iklim wisata yang sehat dan nyaman.
Sementara menanggapi dugaan pungli oleh lembaga vertikal di kawasan wisata Pantai Bande Alit, Bupati menegaskan tidak akan tinggal diam. Namun untuk saat ini, Pemkab Jember memfokuskan upaya membangun citra Pantai Watu Ulo dan Papuma sebagai ikon wisata unggulan Kabupaten Jember.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.