Syukur tak pernah lepas dari wajah Selami, seorang perempuan lansia asal Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti. Di usianya yang senja, ia akhirnya bisa merasakan tinggal di rumah yang layak dan nyaman.
Dulu, Selami harus bertahan di rumah sederhana berdinding kalsiboard dan berlantaikan tanah. Atapnya kerap bocor saat hujan turun, membuatnya harus menahan dingin dan genangan air di dalam rumah.
Namun kini, semua itu tinggal kenangan. Rumah Selami telah berdiri kokoh, dengan dinding tembok yang kuat dan lantai keramik yang rapi. Perubahan ini tak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru dalam hidupnya.
Tak hanya rumah, Selami juga menerima bantuan peralatan dapur, kasur, hingga sembako untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut membuatnya tak henti-hentinya bersyukur. Di tengah keterbatasan yang selama ini dijalani, perhatian itu terasa begitu berarti.
Rabu (15/4/26) kepada K Radio, Selami mengaku tak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan pembangunan rumah. Selama ini, ia hidup seorang diri, sementara anak-anaknya telah berkeluarga dan tinggal terpisah.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Selami bekerja serabutan. Mulai dari mencari rumput untuk pakan sapi milik orang lain hingga “gaduh” ternak, demi mendapatkan penghasilan seadanya.
Meski hidup dalam keterbatasan, Selami tetap menjalani hari-harinya dengan penuh ketegaran. Hingga akhirnya, bantuan program rumah tidak layak huni menjadi titik balik dalam kehidupannya.
Selami menjadi satu dari enam warga di Kecamatan Panti yang menerima bantuan tersebut pada tahun 2025.
Kini, di rumah barunya, Selami tak lagi khawatir saat hujan datang. Ia bisa beristirahat dengan tenang, tanpa takut air menetes dari atap atau tanah becek di dalam rumah. Di balik dinding yang kokoh itu, tersimpan cerita perjuangan panjang yang akhirnya berbuah harapan.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menargetkan pada tahun ini sebanyak seribu rumah tidak layak huni dapat diperbaiki.
Menurutnya, rumah merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, sebagai tempat beristirahat dan melepas lelah setelah beraktivitas.
Ia menegaskan, rumah yang layak tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mampu menghadirkan harapan baru, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia. (thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.