Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni menilai agama saat ini belum sepenuhnya menjadi perekat sosial di tengah masyarakat. Bahkan menurutnya, agama juga kerap dimanfaatkan menjadi sumber konflik di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof Hepni dalam halaqoh pengasuh pesantren se-Jawa Timur yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren LP2M UIN KHAS Jember bersama Bu Nyai Nusantara atau BNN Jember di Gedung Kuliah Terpadu Kampus UIN KHAS Jember, Sabtu (9/5/26).
Dalam forum tersebut, Prof Hepni menyoroti banyaknya konten sampah yang beredar di media sosial. Ia juga menilai benturan peradaban barat terhadap Islam belum diantisipasi dengan semakin kokohnya ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Menurutnya, respons yang muncul selama ini sering kali hanya sebatas kecaman dan dianggap sebagai isu sederhana tanpa diikuti tindakan nyata di ruang sosial masyarakat.
Prof Hepni juga menegaskan peran Bu Nyai Nusantara harus semakin berani dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang. Menurutnya, organisasi tersebut tidak cukup hanya bekerja di bawah tanah, tetapi harus hadir lebih nyata di tengah masyarakat melalui langkah strategis dan berkelanjutan.
Dalam pesannya, Prof Hepni menyampaikan tiga hal mendasar yang harus dimiliki BNN. Pertama eksistensi, yakni BNN bukan sekadar hadir sebagai pelengkap, tetapi harus benar-benar bermakna dan memberi dampak nyata.
Kedua kebertahanan, yakni tidak hanya muncul pada momentum tertentu lalu menghilang, melainkan memiliki program jangka panjang yang konsisten. Dan ketiga keberkembangan, yakni kemampuan untuk terus memperbarui diri terhadap isu-isu terkini serta turun langsung melalui tindakan yang berkesinambungan di tengah masyarakat.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.