Distribusi solar subsidi bagi petani dan nelayan di Kabupaten Jember dinilai masih rawan salah sasaran. Meski penyaluran tercatat mencapai 949 kiloliter hingga Maret 2026, validitas data penerima justru menjadi sorotan.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, Rabu (22/4/26) mengatakan, ia menilai data penerima saat ini belum akurat. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya ketidaktepatan dalam penyaluran subsidi.
Candra menegaskan, pembenahan dan pemutakhiran data harus segera dilakukan oleh dinas terkait. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi penyimpangan dalam distribusi.
Sementara itu, temuan di lapangan menguatkan persoalan tersebut. Seorang nelayan di Kecamatan Puger, Jupriono, mengungkapkan masih banyak nelayan aktif yang tidak terdata sebagai penerima subsidi.
Akibatnya, mereka terpaksa membeli solar di luar skema subsidi dengan harga yang lebih mahal dari ketentuan resmi.
Tak hanya itu, Jupriono juga menyebut adanya dugaan penyimpangan dalam pendataan. Ia menemukan kasus nelayan yang memiliki lebih dari satu rekomendasi pembelian, meski seharusnya setiap nelayan hanya mendapatkan satu.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.