Pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun, rutin melakukan hubungan seksual secara normal, namun belum juga dikaruniai anak, disarankan mulai berkonsultasi dengan dokter atau klinik fertilitas.
Hal tersebut disampaikan pakar embriologi, bioteknologi reproduksi, dan genetika, Arif Boediono, dalam seminar Morula IVF Surabaya yang digelar di salah satu hotel di Jember, Sabtu (8/8/26).
Menurut Arif, kondisi infertilitas kerap membuat pasangan merasa terpukul. Padahal, perkembangan teknologi reproduksi saat ini memberikan berbagai peluang untuk membantu pasangan mendapatkan keturunan.
Arif menjelaskan, salah satu teknologi yang dapat membantu adalah metode fertilisasi dengan menyuntikkan satu sperma secara langsung ke dalam sel telur. Teknologi ini memungkinkan pasangan dengan kualitas sperma rendah tetap memiliki peluang mendapatkan embrio.
Secara normal, kualitas sperma yang dianggap memenuhi syarat berada di kisaran 15 juta sperma per mililiter. Namun, pasangan dengan jumlah sperma jauh di bawah angka tersebut pun masih memiliki peluang melalui teknologi reproduksi berbantu.
Menurut Arif, jika proses pembuahan dilakukan secara konvensional, dibutuhkan jumlah sperma yang sangat banyak untuk membuahi satu sel telur. Sementara melalui teknologi tertentu, satu sperma yang layak dapat langsung disuntikkan ke dalam sel telur.
Ia menambahkan, embrio yang terbentuk kemudian dapat dikultur di luar tubuh. Sebelum ditransfer ke rahim, embrio bahkan dapat menjalani biopsi dan pemeriksaan kromosom untuk membantu memilih embrio yang dinilai normal.
Arif menegaskan, pasangan yang mengalami masalah kesuburan tidak perlu langsung menganggap kondisi tersebut sebagai akhir dari harapan memiliki keturunan. Kemajuan teknologi reproduksi saat ini membuka peluang penanganan terhadap berbagai permasalahan, baik dari sisi kualitas sel telur maupun sperma.
Ia juga menilai teknologi reproduksi yang tersedia di Indonesia, termasuk layanan Morula IVF, sudah sangat maju dan tidak kalah dibandingkan negara lain.
Sementara itu, untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat Jember, Morula IVF Surabaya telah menjalin kerja sama dengan IHC Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik.
Dengan kerja sama tersebut, masyarakat Jember yang membutuhkan konsultasi terkait masalah kesuburan tidak perlu langsung pergi ke Surabaya. Konsultasi dapat dilakukan lebih dekat di Jember, sehingga pasangan dapat memperoleh informasi dan pemeriksaan awal terkait kondisi fertilitasnya.
Arif mengimbau pasangan suami istri yang telah satu tahun menikah, melakukan hubungan secara normal, namun belum mengalami kehamilan, untuk mulai berkonsultasi. Pemeriksaan lebih awal dinilai penting agar penyebab masalah kesuburan dapat diketahui dan pilihan penanganan yang sesuai bisa segera ditentukan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.