Pemerintah Kabupaten Jember bersama pemerintah pusat terus memperkuat sektor pertanian melalui program optimalisasi lahan. Tahun ini, sebanyak 7.070 hektar lahan pertanian di Kabupaten Jember menjadi sasaran program yang ditujukan untuk meningkatkan luas panen dan produktivitas pangan.
Bupati Jember Muhammad Fawait, Jumat (12/6/26) mengatakan, optimalisasi lahan menjadi strategi penting untuk menjawab keterbatasan lahan pertanian, khususnya di Pulau Jawa. Melalui program ini, petani didorong meningkatkan frekuensi tanam sehingga hasil produksi pertanian dapat terus bertambah.
Menurut Gus Fawait, jika digabung dengan pelaksanaan tahun lalu, total luas lahan yang telah dan akan dioptimalkan mencapai hampir 12 ribu hektar.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, pemerintah juga menyalurkan 100 unit bantuan irigasi perpompaan atau irpom. Jumlah ini menjadi yang terbesar yang pernah diterima Kabupaten Jember. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu lahan pertanian yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Selain itu, tahun ini pemerintah akan melakukan perbaikan sekitar 90 hingga 100 jaringan irigasi, termasuk rehabilitasi 16 irigasi besar. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pertanian yang selama ini menjadi salah satu kendala peningkatan produksi pangan.
Gus Fawait menambahkan, berbagai program tersebut merupakan hasil sinergi Pemkab Jember dengan pemerintah pusat, TNI, Polri, dan sejumlah lembaga terkait. Total dukungan untuk sektor pertanian, pangan, dan perkebunan selama tahun 2025 hingga 2026 mencapai sekitar 312 miliar rupiah.
Pemerintah berharap program optimalisasi lahan seluas 7.070 hektar pada tahun ini dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan petani di Kabupaten Jember.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.