Persoalan darurat sampah di Kabupaten Jember kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi TPA Pakusari yang sudah melebihi kapasitas membuat tumpukan sampah menggunung hingga puluhan meter dan dikeluhkan warga sekitar.
Setiap harinya, sekitar dua ton sampah masuk ke lokasi pembuangan akhir tersebut. Kondisi itu diduga memicu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari gagal panen di lahan pertanian sekitar, pencemaran air tanah, hingga bau menyengat yang mengganggu permukiman warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait, kepada K Radio Rabu (13/5/26) menegaskan, pemerintah daerah telah memiliki perencanaan penanganan sampah yang mengacu pada arahan pemerintah pusat dan amanat presiden terkait pengelolaan persampahan.
Ia menegaskan, persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Jember ke depan. Berbagai opsi penanganan pun telah dipertimbangkan, termasuk pembangunan pabrik pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Selain itu, Pemkab Jember juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah BUMN guna mempercepat penanganan persoalan sampah yang kini semakin mendesak.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan akan memberikan dukungan penuh agar penanganan darurat sampah dapat segera direalisasikan dan dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat bisa ditekan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.