Maraknya aksi unjuk rasa yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Jember mendapat tanggapan positif dari Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Sejumlah aksi digelar secara bergantian di depan gedung DPRD Jember dengan membawa berbagai isu nasional. Sebagian massa menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, sementara kelompok lainnya menyuarakan kritik dan penolakan.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait, Senin (22/6/26) menilai aksi penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat.
Menurutnya, adanya kelompok yang mendukung maupun mengkritisi kebijakan pemerintah menunjukkan ruang demokrasi di Indonesia masih berjalan dengan baik dan masyarakat tetap memiliki kebebasan untuk menyampaikan aspirasi.
Gus Fawait mengatakan pemerintah daerah menghormati setiap bentuk penyampaian pendapat selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Ia menegaskan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi dan harus disikapi secara dewasa.
Selain menjadi sarana penyampaian aspirasi, Bupati juga melihat adanya dampak positif lain dari seringnya pelaksanaan aksi demonstrasi. Kehadiran massa dalam jumlah besar dinilai dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi aksi. Pedagang kaki lima serta pelaku usaha mikro dan kecil berpotensi memperoleh tambahan pendapatan dari meningkatnya aktivitas warga saat demonstrasi berlangsung.
Meski demikian, Gus Fawait mengingatkan agar setiap aksi dilakukan secara damai, tertib, dan tidak melanggar ketentuan hukum. Ia meminta seluruh peserta unjuk rasa menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan yang merusak fasilitas umum.
Menurutnya, aksi yang berlangsung tertib akan membuat pesan yang ingin disampaikan lebih mudah diterima, sedangkan tindakan anarkis justru dapat mengaburkan tujuan utama penyampaian aspirasi kepada pemerintah.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.