DPRD Jember mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Banyumas, sebagai upaya mencari solusi krisis sampah di Tempat Pembuangan Akhir Jember.
Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, Jumat (22/5/26) mengatakan, kunjungan ke tempat pengelolaan sampah terpadu berwawasan lingkungan dan edukasi (TPST BLE) Banyumas dilakukan untuk mempelajari pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.
Menurutnya, TPST BLE Banyumas menjadi salah satu pengelolaan sampah terbaik tingkat nasional dan layak dijadikan rujukan bagi Pemkab Jember.
Dari hasil diskusi bersama pengelola TPST BLE, DPRD Jember memperoleh gambaran proses pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Tabroni menjelaskan, keberhasilan Banyumas tidak terjadi secara instan karena telah dimulai sejak tahun 2017 dengan pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), hingga akhirnya sistem berjalan optimal pada tahun 2021 setelah mendapat dukungan alat pengolahan sampah dari APBN.
Ia menambahkan, kunci utama pengelolaan sampah berada pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga, mulai dari organik, anorganik hingga limbah B3. Setelah dipilah, sampah dikelola oleh KSM di tingkat bawah sebelum residunya dikirim ke TPST BLE untuk diolah lebih lanjut.
Menurut Tabroni, residu sampah yang telah diproses dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif untuk industri hingga produk ekonomis seperti paving block.
Sementara itu, kondisi sampah di Jember saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Produksi sampah harian mencapai 1.000-1.300 ton, sedangkan kapasitas penanganan hanya sekitar 300-400 ton per hari. Ia menilai sistem open dumping yang masih diterapkan di TPA menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan.
Karena itu, DPRD Jember mendorong Pemkab bersama seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi pengelolaan sampah sejak dini serta mulai membentuk KSM maupun bank sampah di tingkat desa dan kecamatan. Selain itu, pemerintah juga diharapkan aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar mendapat bantuan alat pengolahan sampah melalui APBN.
Tabroni optimistis, jika pengelolaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, sampah di Jember tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.