Kisruh mewarnai aksi unjuk rasa pro dan kontra terkait rencana pengajuan dana talangan Pemerintah Daerah Jember senilai Rp786 miliar, di lobi Gedung DPRD Jember, Senin pagi (10/6/26).
Aksi awalnya berlangsung dengan orasi dari massa yang menolak rencana dana talangan. Mereka mengatasnamakan diri Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember.
Setelah beberapa lama, massa yang mendukung rencana dana talangan juga menyampaikan orasi. Massa yang berasal dari para kepala desa yang tergabung Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) tersebut menyampaikan argumen dan aspirasinya terkait rencana pengajuan dana talangan.
Kedua kelompok kemudian saling bersahutan dalam menyampaikan pendapat. Masing-masing memaparkan alasan dan keinginan terkait rencana dana talangan yang tengah menjadi perhatian publik Jember.
Situasi mendadak memanas saat massa mulai memasuki gedung DPRD. Saling adu mulut terjadi dan dipicu lontaran makian antarkelompok, sehingga suasana sempat ricuh.
Petugas yang telah bersiaga langsung berupaya meredam ketegangan dan memisahkan kedua kelompok. Untuk mencegah kontak fisik dan menjaga kondusivitas, massa yang menolak dana talangan diarahkan masuk ke ruang Badan Musyawarah DPRD Jember.
Sementara itu, massa yang mendukung rencana dana talangan diarahkan naik ke lantai dua, menuju ruang rapat Paripurna.
Situasi sementara di dalam gedung DPRD Jember kemudian berhasil dikendalikan oleh petugas. Kedua kelompok tetap menyampaikan aspirasi masing-masing terkait rencana pengajuan dana talangan senilai Rp786 miliar.
Ketua PKDI Jember, Meseran mengatakan kedatangannya ke DPRD adalah untuk RDP menyampaikan keluhan-keluhan yang dirasakan pihak desa kepada DPRD. Adapun terkait kericuhan yang terjadi melibatkan seorang kades, menurutnya adalah urusan pribadi dan tidak melibatkan APDESI maupun PKDI.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.