MINAT PETANI RENDAH, SERAPAN PUPUK ORGANIK DI JEMBER BELUM OPTIMAL

MINAT PETANI RENDAH, SERAPAN PUPUK ORGANIK DI JEMBER BELUM OPTIMAL

MINAT PETANI RENDAH, SERAPAN PUPUK ORGANIK DI JEMBER BELUM OPTIMAL

Serapan pupuk organik di Kabupaten Jember hingga saat ini masih tergolong rendah. Dari total alokasi pupuk organik sebanyak 233 ton, realisasi penyaluran baru mencapai sekitar 38 ton.

Kondisi ini menunjukkan minat petani terhadap penggunaan pupuk organik masih belum optimal. Padahal, pemerintah telah menyiapkan alokasi pupuk tersebut untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan menjaga kesuburan lahan.

Account Executive PT Pupuk Indonesia Wilayah Jember, Slamet Saputra, Senin (2/2/26) menyebutkan, apabila ke depan terjadi kekurangan pupuk organik di suatu wilayah, maka relokasi alokasi pupuk dapat dilakukan, baik dari kecamatan lain di Jember maupun dari kabupaten lain yang masih memiliki sisa kuota.

Rendahnya serapan pupuk organik ini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga distributor pupuk, agar petani lebih terdorong menggunakan pupuk organik.

Selain itu, dibandingkan tahun sebelumnya, alokasi pupuk organik untuk Kabupaten Jember tahun ini juga mengalami penurunan. Jika pada tahun lalu Pupuk Indonesia mengalokasikan sekitar 600 ton, tahun ini jumlahnya hanya 233 ton.

Padahal, pupuk organik memiliki manfaat penting bagi pertanian. Penggunaannya dinilai mampu mengembalikan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mengembalikan unsur hara yang hilang akibat penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang.

Dengan meningkatnya pemahaman petani terhadap manfaat pupuk organik, diharapkan kedepan serapan pupuk organik di Jember dapat meningkat dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio