Pemerintah Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia setelah berhasil mengungkap ribuan data penerima bantuan sosial yang tidak lagi tepat sasaran. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, saat menerima kunjungan kerja Bupati Jember Muhammad Fawait di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (24/6/2026) lalu.
Dalam pertemuan itu, Bupati Jember memaparkan hasil verifikasi dan validasi data kemiskinan yang dilakukan secara langsung hingga ke desa dan dusun. Melalui proses ground check terhadap 16.775 penduduk kategori Desil 1, Pemkab Jember menemukan sebanyak 14.462 penerima bansos ternyata telah meninggal dunia. Seluruh data tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penerbitan akta kematian untuk memperbarui data kependudukan.
Bupati merinci, dari total data warga yang telah wafat tersebut, program bantuan yang sempat tertahan atau salah sasaran, yakni 10.480 jiwa tercatat sebagai penerima Bansos PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan), 2.845 jiwa tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Dan 3.317 jiwa tercatat sebagai KPM Program Sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Bupati menegaskan, pembaruan data ini dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang berhak. Setelah verifikasi Desil 1 selesai, Pemkab Jember akan melanjutkan pendataan hingga Desil 2, 3, dan berikutnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial menyebut, langkah Jember layak menjadi contoh nasional karena mampu meningkatkan akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Data hasil verifikasi tersebut selanjutnya akan dibersihkan di sistem Kementerian Sosial, sehingga kuota bantuan yang kosong dapat segera dialihkan kepada masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan.(nik)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.