PDI Perjuangan mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Jember dalam menurunkan angka kemiskinan. Namun, pemerintah daerah diingatkan agar tidak hanya berpatokan pada angka statistik, mengingat masih banyak warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, menyampaikan hal tersebut setelah mengunjungi sebuah rumah berdinding bambu di kawasan Wirowongso, Senin (2/22/2026).
Rumah tersebut dihuni seorang ibu berusia 45 tahun yang sebelumnya viral karena nekat mencuri 15 kilogram beras demi memenuhi kebutuhan makan ketiga anaknya.
Dari kunjungan tersebut, Widarto menemukan fakta bahwa ibu tersebut ternyata belum terdata sebagai warga Kabupaten Jember. Kondisi ini menjadi perhatian karena persoalan pendataan dapat berdampak pada akses masyarakat terhadap bantuan maupun program perlindungan sosial pemerintah.
Widarto menilai, penurunan angka kemiskinan memang patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut harus diimbangi dengan kondisi nyata di lapangan. Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap warga yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Kasus pencurian beras tersebut menjadi salah satu gambaran persoalan kemiskinan yang masih dihadapi masyarakat. Ibu tiga anak itu mengaku kehilangan pekerjaan setelah gudang tembakau tempatnya bekerja berhenti beroperasi. Meski aksi pencurian tidak dibenarkan, pemilik toko akhirnya memaafkan dengan mempertimbangkan alasan kemanusiaan.
Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Jember agar lebih cermat dalam melakukan pendataan warga miskin, memastikan bantuan tepat sasaran, serta menghadirkan solusi ekonomi bagi masyarakat rentan. Sehingga keberhasilan menurunkan angka kemiskinan tidak hanya terlihat dalam statistik, tetapi juga benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.