CHARLES MEIKYANSAH SOROTI FENOMENA FATHERLESS, ORANG TUA DIMINTA LINDUNGI ANAK DARI KEJAHATAN DIGITAL

CHARLES MEIKYANSAH SOROTI FENOMENA FATHERLESS, ORANG TUA DIMINTA LINDUNGI ANAK DARI KEJAHATAN DIGITAL

CHARLES MEIKYANSAH SOROTI FENOMENA FATHERLESS, ORANG TUA DIMINTA LINDUNGI ANAK DARI KEJAHATAN DIGITAL

Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, menyoroti fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, ketahanan keluarga tidak cukup hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan kehadiran fisik dan emosional orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Charles saat menjadi keynote speaker dalam Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Dan Keluarga Berencana, di salah satu hotel di Kecamatan Sumbersari, Kamis (5/11/26)

Kegiatan yang dihadiri jajaran pejabat BKKBN, penyuluh KB, pendamping sosial PKH, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat tersebut membahas pentingnya penguatan ketahanan keluarga dalam membentuk karakter generasi muda.

Legislator NasDem yang akrab disapa HCM menilai, fenomena fatherless masih banyak ditemukan di masyarakat. Mulai dari ayah yang jarang memberikan kasih sayang secara langsung, tidak terlibat dalam pendidikan anak, hingga tidak pernah datang ke sekolah untuk mengambil rapor. Padahal, tugas seorang ayah bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga hadir untuk mendidik, membimbing, dan membangun kedekatan emosional dengan anak.

Selain persoalan pengasuhan, HCM juga mengingatkan orang tua agar lebih ketat mengawasi penggunaan telepon pintar atau HP oleh anak. Tanpa pendampingan yang tepat, akses digital berpotensi membuka jalan bagi berbagai ancaman. Mulai dari jeratan pinjaman online ilegal, kejahatan digital atau digital crime, hingga paparan konten dewasa yang tidak sesuai dengan usia anak.

Orang tua diminta memahami aktivitas digital anak, membatasi penggunaan gawai sesuai usia, serta memastikan anak tidak terpapar algoritma media sosial yang mengarahkan pada konten negatif. Sebab, perlindungan anak di era digital tidak cukup hanya dengan memberikan fasilitas teknologi, tetapi harus disertai pengawasan dan edukasi.

HCM menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk budi pekerti, akhlak, dan pengetahuan generasi penerus. Karena itu, penyuluh KB dan seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut memperkuat edukasi ketahanan keluarga, dengan menempatkan orang tua sebagai penyuluh sekaligus pelindung pertama bagi anak-anaknya.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio