GEN Z JEMBER DIAJAK MELEK DIGITAL, PAHAMI PERAN BI DAN RISIKO PINJOL

GEN Z JEMBER DIAJAK MELEK DIGITAL, PAHAMI PERAN BI DAN RISIKO PINJOL

GEN Z JEMBER DIAJAK MELEK DIGITAL, PAHAMI PERAN BI DAN RISIKO PINJOL

Ratusan generasi Z dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Jember mendapatkan edukasi mengenai peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai rupiah dan mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Sumbersari, Selasa (3/11/26), turut dihadiri anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Setiyawan Adhi Nurilham menjelaskan, salah satu tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas nilai rupiah, baik terhadap harga barang dan jasa maupun mata uang negara lain. Upaya tersebut penting untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. BI juga bertanggung jawab mengedarkan uang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, melalui edukasi 3D dan 5J.

Selain menjaga stabilitas rupiah, BI terus mendorong masyarakat beralih ke sistem pembayaran digital yang lebih praktis. Salah satunya melalui penggunaan QRIS yang diluncurkan pada 17 Agustus 2019. Kini, layanan tersebut terus berkembang, termasuk QRIS Tap, dan telah dapat digunakan di lima negara, yakni Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi.

Setiyawan juga mengingatkan generasi muda agar memahami risiko transaksi digital. Masyarakat diminta tidak sembarangan mengakses tautan mencurigakan maupun membagikan PIN dan kode OTP kepada pihak lain. Edukasi juga diberikan terkait penggunaan pinjaman online agar masyarakat lebih bijak dan hanya memanfaatkan layanan pinjaman resmi yang berada di bawah pengawasan OJK.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah menilai edukasi tersebut penting untuk membentuk karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, kedisiplinan waktu menjadi salah satu kunci kesuksesan, sekaligus perlu diimbangi dengan kemandirian dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Pria yang akrab disapa HCM itu juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak pinjaman online akibat kemudahan akses layanan keuangan digital. Tingginya bunga pinjaman daring berpotensi membebani kondisi ekonomi hingga memicu persoalan sosial dan tekanan mental. Karena itu, generasi muda didorong mulai menentukan arah karier, berani menciptakan lapangan pekerjaan, serta memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari lembaga perbankan resmi.

Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga semakin cerdas mengelola keuangan, memanfaatkan teknologi digital, dan mempersiapkan kemandirian ekonomi di masa depan.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio